12.15.07
Sanggupkah saya bertahan..
Selasa, 11 Desember 2007
When the lights went out
Sejak pukul 10 malam tadi, secara tak diduga listrik di seluruh gedung Labtek IX A padam. Dan ini tidak berlangsung sebentar, melainkan berlanjut hingga datangnya pagi dan lagi-lagi saya terlambat menyadarinya. Saya tiba kembali di kampus pukul 9.15 di keesokan paginya (terlambat 15 menit dari jadwal kuliah biasa) saya masih menyempatkan diri menuju Kantin Bang Ed untuk membeli sarapan, anehnya dengan melihat pencahayaan dari lilin di Bang Ed, saya belum juga menyadari bahwa seluruh listrik di kawasan tenggara ITB padam dan anehnya lagi setelah sempat mampir dan sarapan di Gd. Arsitektur, kuliah belum saja di mulai, suasana ruang kelas yang gelap membuatku berinisiatif untuk menyalakan lampu, saya pun berjalan ke belakang pintu meraih saklar sambil mengeluh “suram amat ni kelas..” Ternyata oh ternyata lampunya juga masih padam.
Secara, ini mati lampu..
Kuliah yang seharusnya dimulai pukul 9.00 baru berjalan setelah pukul 09.50 hingga pukul 11.10 (Huuuuff… inilah hikmah dari mati lampu, haha…), hal yang sangat jarang terjadi, mengingat Pak HST biasanya menggunakan jam kuliah BERLEBIHAN yaitu pukul 09.00 – 12.00 tanpa boleh keluar kelas sedetik pun. Lampu masih padam saat kuliah berakhir dan memang itulah salah satu alasan kuliah harus berakhir selain kurangnya minat dari mahasiswa untuk berlama-lama menikmati kuliah Pak HST (Peace, pak!). Setelah kuliah Pak HST berakhir, dijadwalkan (dijadwal yg sebenarnya dari pukul 10.00) akan ada kuliah pengganti PL3111 dengan agenda PRESENTASI REVIEW RTRW yang akan berlangsung hingga pukul 15.00! Hohoho.. Dibutuhkan 5 jam hanya untuk presentasi RTRW?! Wajar2 aja sih, hehehe… dan karena listrik di seluruh penjuru Labtek IX A masih padam, presentasi RTRW tidak dapat terlaksana, SECARA untuk presentasi perlu infocus dan laptop (baca: pake listrik) –> SECARA batere laptop ga akan bertahan 5 jam dan meski penghuni labtek IX A umumnya berlaptop, tapi tetep aja udah pada low batt setelah menyiapkan presentasi. Alhasil saya dan beberapa orang (baca: orang-orang yang belum siap a.k.a malas presentasi -soalnya ga mungkin ga siap- ) bersorak senang. Lagi-lagi, inilah hikmah dari mati lampu. Beberapa diantara kami menuju HMP untuk sekedar bermain kartu ataupun bermain pingpong dan beberapa lainnya (termasuk saya) yang masih berjiwa muda dan rajin olahraga, bukan olahraga pingpong melainkan jogging (baca : naik-turun tangga a.k.a ga pake lift SECARA ga da listrik yah ga da lift) langsung bergegas menuju studio masing-masing yang berada di Lantai 4, mengambil posisi strategis dan memasang laptop, niatnya sih mau surfing di dunia saya (baca : dunia maya) tapi sayang disayang, SECARA listriknya padam, yah ga mungkinlah ada Titik Panas (baca : hotspot). Akhirnya niat untuk menjelajahi duniaku (baca lagi : dunia maya) padam menyusul listrik yang sudah padam duluan sejak semalam (Hufff… yang ini bukan hikmah dari mati lampu..). Sebagian dari kami memutuskan untuk pulang dulu sebelum kuliah jam 3 nanti dimulai, sebagian menyusul ke HMP, sebagian mencari titik panas di luar radius 50 meter Labtek IX A, -karena apabila masih dalam radius tertentu maka dapat menimbulkan polusi cahaya, debu dan suara yang menyebabkan gangguan pengamatan Observatorium Bosscha- (enggak ding, kebawa suasana studio ini mah.. Hehe..) dan sebagian lainnya (termasuk saya lagi) memilih untuk tetap bertahan di Labek IX A tepatnya Studio kota : Lembang tercinta ini, salah satu dari sebagian lainnya itu adalah miss ArV yang sedang sibuk telpon2an dan malah berniat men-charge Hpnya yang low batt (baca : melakukan kebodohan SECARA ini mati lampu!) di studio, sebagian lainnya (yang bertahan di studio) memilih untuk main Games : Wedding Dash (yang ini mah saya), sebelumnya kami mengerjakan tugas studio kelompok kami (ArV, FR, MWS, IS, RY) yaitu pembagian BWK kawasan perkotaan Lembang, repotnya tugas ini mengharuskan kami untuk mewarnai dengan pensil warna dan tahu sendiri, susahnya membedakan warna di tempat gelap (kesalahan sempat dilakukan oleh sdri MWS yang tidak dapat membedakan warna hijau dan biru dalam keadaan gelap), namun kelompok terakhir (yang tadinya bertahan di studio) ini akhirnya berguguran satu demi satu hanya dalam waktu setengah jam karena daya batere laptop yang tersisa sudah tidak seberapa banyak, ditambah suasana gelap yang menyelimuti studio, hujan bergemuruh dan cerita serem toilet lt.3 yang secara tak diduga dan tak diharapkan dibawa oleh rekan GSW sekembalinya dari lokasi cerita diambil, yang didukung setting mati lampu, serta cukup membuat bulu kuduk berdiri yang akhirnya memaksa kami umumnya (dalam hal ini saya khususnya) bergegas mengambil keputusan untuk ikut bergabung di HMP. Karena AGAK ketakutan, saya sedikit berlari saat menuju HMP, di kiri kanan jalan saya menuju HMP (sebenarnya mah di depan studio) tampak Mr.Haryo dan tamunya yang tengah mengobrol serius, ternyata hikmah dan dampak (yang ini sih dampak) dari mati lampu ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa seperti saya tetapi juga berimbas pada aktifitas dosen-dosen, yah salah satunya Mr.Haryo yang terpaksa berbicang-bincang dengan tamunya di luar ruangan.
Makan pun jadi susah..
Setibanya di HMP saya sendiri sempat merasa kebigungan melihat keramaian HMP dari berbagai angkatan yang ga jadi kuliah (yang disebabkan mati lampu berkepanjangan ini) bukannya senang (yah, harusnya sebagai kasubdiv kekeluargaan HMP saya merasa senang HMP rame!) tapi saya jadi ga kebagian tempat!! Akhirnya saya memilih untuk membantu persiapan HMP Idol (sebenarnya bukan membantu tapi mengomeli sdr GM dan AJY) yang BARU BERNIAT membuat publikasi berbentuk building box HMP Idol dan sedikit berbincang2 mengenai persiapan maker 2007 (sekedar informasi: HMP Idol memang merupakan salah satu proker divisi kekeluargaan dan Maker 2007 -harusnya bukan tapi akhirnya- berada dibawah arahan divisi kekluargaan) setelah mondar-mandir kesana kemari, ngoceh sana sini (untunglah saya ga pake batere atau listrik jadi tetap ON), saya akhirnya dihentikan oleh sdri SRH yang mengajak rapat untuk membicarakan kegiatan alumni berbagi, sebelum rapat saya memutuskan untuk mengisi bahan bakar (baca; makan! -bukan meng-charge batere!-) di Kantin Barrac bersama HMP’06 (Do, Na, Ndro, Amir II) + HMP’05 (Mam, Li, Cin, dan Bul) –> semuanya bukan nama sebenarnya melainkan panggilannya, hehe.. Lagi2 dampak dari mati lampu, nasi abis, (ga bisa masak pake rice cooker), sehingga kami harus menunggu + 1/2 jam untuk memperoleh karbohidrat (baca: nasi) yang di beli oleh mas2 Barrac dari kantin Salman, dua orang diantara kami yaitu Cin dan Bul, memiliki ide Brillian ketika tidak memperoleh nasi, yaitu: beli nasi di Arsitek sedangkan satu orang lagi yaitu Amir II juga memiliki ide brillian (mesen mi aja) namun kurang beruntung dikarenakan i yang ia pesan tiba sesaat setelah kami semu selesai makan. Haha..
Kebelet nih, bo!
Beres makan, mau cuci tangan, ga ada air SECARA listrik mati, yah ga ada mesin pompa air yang bisa jalan! Untunglah ada produk untuk mencuci tangan tanpa air (baca : anthis), tapi masalah belum selesai dari sini, mau shalat dzuhur dan ke toilet pun repotnya minta ampun, yah tadi, ga da air. Untunglah ada tetangga kami (baca: arsitektur) yang berbaik hati meyediakan toilet dengan air yang cukup sehingga kegiatan buang air kecil (baca : pip*s) dan wudhu pun bisa terlaksana.
Habis Gelap Terbitlah Terang
Hingga pukul 15.00 yang berarti waktu untuk KULIAH studio kota harus dimulai, listrik belum juga hidup, akhirnya pada pukul 15.40 kuliah pindah ke Lt.1 Ruang 6305 yang suasananya sedikit lebih terang (walaupun tetap gelap) dibanding suasana studio. Kuliah studio berjalan seperti biasa yaitu dengan kritik, saran dan diskusi hingga pukul 16.40. Applause untuk ibu Myra, satu2nya dosen di kuliah hari ini yang bisa survive memberi kuliah kepada kami tanpa masalah dan keluhan di tengah kegelapan Labtek IX A. Setelah kuliah berakhir (masih dalam keadaan gelap) saya kembali ke HMP untuk bertemu dengan anggota divisi kekeluargaan terkait ‘hari ini jadwalnya kita piket!!‘ ternyata anggotaku yang ‘tumben’ rajin (baca: GM dan AJY) telah berduet melaksanakan tugas piket : bersih2 HMP (yang lain, kemana kalian???). Wah, senangnya.. Tapi dibalik semua itu ada bisik2 kecil yang tidak sengaja tertangkap telinga saya (ya iyalah kekeluargaan kan mata dan telinga HMP, hehe…) GM & AJY : “Mumpung gelap, jadi ga keliatan kalo masih ada yg kotor.. Hehehe…” Huaaaan.. Baru saja saya memuji kalian..!! Sebagai hukumannya, “ayuk kita ketemu 2007, hehehe..”, pertemuan dengan 2007 terkait maker dihadiri oleh GM, AJY, saya, OJG, dan 3 makhluk yg masih non-himp (baca : 2007). Pertemuannya singkat, nunggunya yg lama! Kegiatan hari ini yang penuh kegelapan belum berakhir, masih ada sosialisasi Plano5phere yang sepertinya (dan memang) bakal sepi, SECARA warga HMP udah banyak yang pulang karena tidak sanggup menghadapi kegelapan ini, hehe.. Sesaat sebelum sosialisasi PS5 dimulai, listrik yang semalam sehari padam (harusnya sehari semalam, berhubung mulainya dari malam jadi semalam sehari, hehe..) kembali hidup! (Finally) Habis gelap terbitlah terang…



Andra said,
July 24, 2008 at 6:31 pm
Terasa Bete !!!!
Bosan !!!
Pokoknya !!@@##
Aaargrr….
Tak bisa di ungkapkan dengan kata2
Yang di karenakan kejadian mati lampu
Don’t worry mungkin lagu nih bisa temenin kamu buat hilangin bete.
So download aja di
http://www.ziddu.com/download/1696804/MatiLampu.mp3.html
atau
http://www.myspace.com/mixerband
salam kenal aja
tq
mix3rband@yahoo.com