December 15, 2007
Maya is…
NICE LOOK [narcist,,]
160′cm TALL,,, 48′kg WEIGHT,,,, CURLY BLACK HAIR,,,,
TRUSPONTANEOUS,,,
Ada yg aneh dikomentari,, ada yg lucu ketawa terbahak2,, pa lg klw dgr wn nyanyi dangdut,, huahuahua,, bs sampai sakit perut,, tp depan na ga dikasi’ liat,, ada yang sedih ikutan nangis,, ada cowo’ cakep, lgsg tersenyum manis,,,
BUT SOMETIMES PATIENT,,,,
Indonesia dengan budaya ngaret na ini slalu membuatkuw terpaksa menunggu,, but i’m so patient =p
SUPER OUTSPOKEN,,,, =P
Cerewet na minta ampun,, ga liat2 tempat,, terus aja nyerocos,, baru kenal aja bawel na dah minta ampun,, dgn tingkat kbisingan yg Masya Allah,, he37x,,
BUT RELIABLE,,,,
Mw curhat, mw ngegosip, mw bagi2 rahasia,, dijamin ga kmana2,,,
WARMHEARTED ‘n LOVING,,,,
percaya aja deh,,
PERSISTENT ‘n DETERMINED,,,,
I find no reasons to giving up,, Ngotot bgt,, ga mw kalah,, itu ya itu,, ini ya ini,,
PLACID ‘n SECURITY LOVING,,,,
Calm and peaceful,, huuuuuuuu,,,
FRIENDLY,,,,,
Senyum sana – senyum sini,, negur sana – negur sini,, SKSD PALAPA (sok kenal sok deket padahal ga tau apa-apa) =p
A PERFECTIONIST BY NATURE,,,,
I’m what I’m,,
DYNAMIC DREAMER,,,,
As a planner boleh dong ngebayangin n punya cita2 yang ga2,, org aku sndiri yg ngerencanain,, suka2 dong,,
HAD A DREAM COME TRUE,,, [kuliah d'ITB!]
Finally,, akuw nyusul dy,,!!!
CHILDISH,,,
Wah, ntah knapa sifat ni masih jg ada,, pdhl as the oldest sister, harus na bs b’sikap lebih dewasa ya??
LIVE THE LIFE IN SIMPLY,,,,
B’usaha tuk ga maksain sesuatu,, juz flow with the wind,,, halah-halah,,
ORDINARY GIRL WITH ORDINARY MIND,,
This is all about me..
About Me:
TEN Random Things About Me:
* Moody
* Stupid
* Talk a lot
* Careless
* Friendly
* Dynamic Dreamer
* Perfectionist by Nature
* Persistent ‘n Determined
* Warmhearted ‘n Loving
* Placid ‘n Security Loving
NINE Ways to win my heart:
* Love me..
* Smile @ me..
* Care for Me..
* Understand Me..
* Hug Me..
* Kiss Me..
* Be Honest..
* Stay at my side..
* Take me where the sun shines down..
EIGHT Favourtite Movies
* Trilogi Lord of the rings
* Pearl Harbour
* A Walk To Remember
* Life Is Beautiful
* Beautiful Mind
* Forrest Gump
* The Pianist
* Band of Brothers
SEVEN of my Favorite Items in my room:
* Comp.
* TV
* Bed
* Pillow
* Book Shelf
* Pic of Me ‘n Sista
* My Big Teddy’n the little one
SIX Things I believe in:
* GOD
* Family
* Love
* Friendship
* Everybody get what they deserve
* Sun shines in the east ‘n rest in the west
FIVE Things I’m afraid of:
* Death
* Loosing
* Loneliness
* Being neededless
* Hurting my mom’s heart
FOUR places I visit regularly:
* HMP Pangripta Loka
* Kantin ‘Bang Ed’ Haha..
* Youtube.com =)
* Melsa’s Spot
THREE Things I do everyday:
* Breathing
* Sleeping
* Praying
TWO Things I am trying NOT to do right now:
* Mengenangmu…??
* Miss my promise
ONE Person I want to see right now:
* Mom!
Sanggupkah saya bertahan..
Selasa, 11 Desember 2007
When the lights went out
Sejak pukul 10 malam tadi, secara tak diduga listrik di seluruh gedung Labtek IX A padam. Dan ini tidak berlangsung sebentar, melainkan berlanjut hingga datangnya pagi dan lagi-lagi saya terlambat menyadarinya. Saya tiba kembali di kampus pukul 9.15 di keesokan paginya (terlambat 15 menit dari jadwal kuliah biasa) saya masih menyempatkan diri menuju Kantin Bang Ed untuk membeli sarapan, anehnya dengan melihat pencahayaan dari lilin di Bang Ed, saya belum juga menyadari bahwa seluruh listrik di kawasan tenggara ITB padam dan anehnya lagi setelah sempat mampir dan sarapan di Gd. Arsitektur, kuliah belum saja di mulai, suasana ruang kelas yang gelap membuatku berinisiatif untuk menyalakan lampu, saya pun berjalan ke belakang pintu meraih saklar sambil mengeluh “suram amat ni kelas..” Ternyata oh ternyata lampunya juga masih padam.
Secara, ini mati lampu..
Kuliah yang seharusnya dimulai pukul 9.00 baru berjalan setelah pukul 09.50 hingga pukul 11.10 (Huuuuff… inilah hikmah dari mati lampu, haha…), hal yang sangat jarang terjadi, mengingat Pak HST biasanya menggunakan jam kuliah BERLEBIHAN yaitu pukul 09.00 – 12.00 tanpa boleh keluar kelas sedetik pun. Lampu masih padam saat kuliah berakhir dan memang itulah salah satu alasan kuliah harus berakhir selain kurangnya minat dari mahasiswa untuk berlama-lama menikmati kuliah Pak HST (Peace, pak!). Setelah kuliah Pak HST berakhir, dijadwalkan (dijadwal yg sebenarnya dari pukul 10.00) akan ada kuliah pengganti PL3111 dengan agenda PRESENTASI REVIEW RTRW yang akan berlangsung hingga pukul 15.00! Hohoho.. Dibutuhkan 5 jam hanya untuk presentasi RTRW?! Wajar2 aja sih, hehehe… dan karena listrik di seluruh penjuru Labtek IX A masih padam, presentasi RTRW tidak dapat terlaksana, SECARA untuk presentasi perlu infocus dan laptop (baca: pake listrik) –> SECARA batere laptop ga akan bertahan 5 jam dan meski penghuni labtek IX A umumnya berlaptop, tapi tetep aja udah pada low batt setelah menyiapkan presentasi. Alhasil saya dan beberapa orang (baca: orang-orang yang belum siap a.k.a malas presentasi -soalnya ga mungkin ga siap- ) bersorak senang. Lagi-lagi, inilah hikmah dari mati lampu. Beberapa diantara kami menuju HMP untuk sekedar bermain kartu ataupun bermain pingpong dan beberapa lainnya (termasuk saya) yang masih berjiwa muda dan rajin olahraga, bukan olahraga pingpong melainkan jogging (baca : naik-turun tangga a.k.a ga pake lift SECARA ga da listrik yah ga da lift) langsung bergegas menuju studio masing-masing yang berada di Lantai 4, mengambil posisi strategis dan memasang laptop, niatnya sih mau surfing di dunia saya (baca : dunia maya) tapi sayang disayang, SECARA listriknya padam, yah ga mungkinlah ada Titik Panas (baca : hotspot). Akhirnya niat untuk menjelajahi duniaku (baca lagi : dunia maya) padam menyusul listrik yang sudah padam duluan sejak semalam (Hufff… yang ini bukan hikmah dari mati lampu..). Sebagian dari kami memutuskan untuk pulang dulu sebelum kuliah jam 3 nanti dimulai, sebagian menyusul ke HMP, sebagian mencari titik panas di luar radius 50 meter Labtek IX A, -karena apabila masih dalam radius tertentu maka dapat menimbulkan polusi cahaya, debu dan suara yang menyebabkan gangguan pengamatan Observatorium Bosscha- (enggak ding, kebawa suasana studio ini mah.. Hehe..) dan sebagian lainnya (termasuk saya lagi) memilih untuk tetap bertahan di Labek IX A tepatnya Studio kota : Lembang tercinta ini, salah satu dari sebagian lainnya itu adalah miss ArV yang sedang sibuk telpon2an dan malah berniat men-charge Hpnya yang low batt (baca : melakukan kebodohan SECARA ini mati lampu!) di studio, sebagian lainnya (yang bertahan di studio) memilih untuk main Games : Wedding Dash (yang ini mah saya), sebelumnya kami mengerjakan tugas studio kelompok kami (ArV, FR, MWS, IS, RY) yaitu pembagian BWK kawasan perkotaan Lembang, repotnya tugas ini mengharuskan kami untuk mewarnai dengan pensil warna dan tahu sendiri, susahnya membedakan warna di tempat gelap (kesalahan sempat dilakukan oleh sdri MWS yang tidak dapat membedakan warna hijau dan biru dalam keadaan gelap), namun kelompok terakhir (yang tadinya bertahan di studio) ini akhirnya berguguran satu demi satu hanya dalam waktu setengah jam karena daya batere laptop yang tersisa sudah tidak seberapa banyak, ditambah suasana gelap yang menyelimuti studio, hujan bergemuruh dan cerita serem toilet lt.3 yang secara tak diduga dan tak diharapkan dibawa oleh rekan GSW sekembalinya dari lokasi cerita diambil, yang didukung setting mati lampu, serta cukup membuat bulu kuduk berdiri yang akhirnya memaksa kami umumnya (dalam hal ini saya khususnya) bergegas mengambil keputusan untuk ikut bergabung di HMP. Karena AGAK ketakutan, saya sedikit berlari saat menuju HMP, di kiri kanan jalan saya menuju HMP (sebenarnya mah di depan studio) tampak Mr.Haryo dan tamunya yang tengah mengobrol serius, ternyata hikmah dan dampak (yang ini sih dampak) dari mati lampu ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa seperti saya tetapi juga berimbas pada aktifitas dosen-dosen, yah salah satunya Mr.Haryo yang terpaksa berbicang-bincang dengan tamunya di luar ruangan.
Makan pun jadi susah..
Setibanya di HMP saya sendiri sempat merasa kebigungan melihat keramaian HMP dari berbagai angkatan yang ga jadi kuliah (yang disebabkan mati lampu berkepanjangan ini) bukannya senang (yah, harusnya sebagai kasubdiv kekeluargaan HMP saya merasa senang HMP rame!) tapi saya jadi ga kebagian tempat!! Akhirnya saya memilih untuk membantu persiapan HMP Idol (sebenarnya bukan membantu tapi mengomeli sdr GM dan AJY) yang BARU BERNIAT membuat publikasi berbentuk building box HMP Idol dan sedikit berbincang2 mengenai persiapan maker 2007 (sekedar informasi: HMP Idol memang merupakan salah satu proker divisi kekeluargaan dan Maker 2007 -harusnya bukan tapi akhirnya- berada dibawah arahan divisi kekluargaan) setelah mondar-mandir kesana kemari, ngoceh sana sini (untunglah saya ga pake batere atau listrik jadi tetap ON), saya akhirnya dihentikan oleh sdri SRH yang mengajak rapat untuk membicarakan kegiatan alumni berbagi, sebelum rapat saya memutuskan untuk mengisi bahan bakar (baca; makan! -bukan meng-charge batere!-) di Kantin Barrac bersama HMP’06 (Do, Na, Ndro, Amir II) + HMP’05 (Mam, Li, Cin, dan Bul) –> semuanya bukan nama sebenarnya melainkan panggilannya, hehe.. Lagi2 dampak dari mati lampu, nasi abis, (ga bisa masak pake rice cooker), sehingga kami harus menunggu + 1/2 jam untuk memperoleh karbohidrat (baca: nasi) yang di beli oleh mas2 Barrac dari kantin Salman, dua orang diantara kami yaitu Cin dan Bul, memiliki ide Brillian ketika tidak memperoleh nasi, yaitu: beli nasi di Arsitek sedangkan satu orang lagi yaitu Amir II juga memiliki ide brillian (mesen mi aja) namun kurang beruntung dikarenakan i yang ia pesan tiba sesaat setelah kami semu selesai makan. Haha..
Kebelet nih, bo!
Beres makan, mau cuci tangan, ga ada air SECARA listrik mati, yah ga ada mesin pompa air yang bisa jalan! Untunglah ada produk untuk mencuci tangan tanpa air (baca : anthis), tapi masalah belum selesai dari sini, mau shalat dzuhur dan ke toilet pun repotnya minta ampun, yah tadi, ga da air. Untunglah ada tetangga kami (baca: arsitektur) yang berbaik hati meyediakan toilet dengan air yang cukup sehingga kegiatan buang air kecil (baca : pip*s) dan wudhu pun bisa terlaksana.
Habis Gelap Terbitlah Terang
Hingga pukul 15.00 yang berarti waktu untuk KULIAH studio kota harus dimulai, listrik belum juga hidup, akhirnya pada pukul 15.40 kuliah pindah ke Lt.1 Ruang 6305 yang suasananya sedikit lebih terang (walaupun tetap gelap) dibanding suasana studio. Kuliah studio berjalan seperti biasa yaitu dengan kritik, saran dan diskusi hingga pukul 16.40. Applause untuk ibu Myra, satu2nya dosen di kuliah hari ini yang bisa survive memberi kuliah kepada kami tanpa masalah dan keluhan di tengah kegelapan Labtek IX A. Setelah kuliah berakhir (masih dalam keadaan gelap) saya kembali ke HMP untuk bertemu dengan anggota divisi kekeluargaan terkait ‘hari ini jadwalnya kita piket!!‘ ternyata anggotaku yang ‘tumben’ rajin (baca: GM dan AJY) telah berduet melaksanakan tugas piket : bersih2 HMP (yang lain, kemana kalian???). Wah, senangnya.. Tapi dibalik semua itu ada bisik2 kecil yang tidak sengaja tertangkap telinga saya (ya iyalah kekeluargaan kan mata dan telinga HMP, hehe…) GM & AJY : “Mumpung gelap, jadi ga keliatan kalo masih ada yg kotor.. Hehehe…” Huaaaan.. Baru saja saya memuji kalian..!! Sebagai hukumannya, “ayuk kita ketemu 2007, hehehe..”, pertemuan dengan 2007 terkait maker dihadiri oleh GM, AJY, saya, OJG, dan 3 makhluk yg masih non-himp (baca : 2007). Pertemuannya singkat, nunggunya yg lama! Kegiatan hari ini yang penuh kegelapan belum berakhir, masih ada sosialisasi Plano5phere yang sepertinya (dan memang) bakal sepi, SECARA warga HMP udah banyak yang pulang karena tidak sanggup menghadapi kegelapan ini, hehe.. Sesaat sebelum sosialisasi PS5 dimulai, listrik yang semalam sehari padam (harusnya sehari semalam, berhubung mulainya dari malam jadi semalam sehari, hehe..) kembali hidup! (Finally) Habis gelap terbitlah terang…
December 7, 2007
Laporan yang Tertunda SGA @ FFAA
Festival Film Asia Afrika
Laporan yang tertunda dari Labtek VI Ruang 9311 ITB
Pembicara : Dewi Lestari dan Seno Gumira Ajidarma
Moderator : Gustaf (dosen FSRD)
Saya baru saja menghadiri dialog kebudayaan antar bangsa yang diselenggarakan dalam rangka Festival Film Asia Afrika 2007 kerja sama Departemen Luar Negeri Indonesia, 11 kedutaan Besar Asia Afrika di Jakarta dan 2 KBRI di Addis Ababa dan Nairobi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, dan LFM ITB. Salah satu tujan FFAA adalah agar masyarakat Indonesia terutama generasi muda dapat lebih mengenal berbagai budaya di Asia – Afrika, dan seperti yang tercetus dalam Deklarasi Kerja Sama Strategis Baru Asia Afrika (The New Asian African Strategic Partnership) bahwa salah satu pilar utama dari kerjasama ini adalah People-to-People Contact. Acara ini diselenggarakan di 4 kota di Indonesia :Bandung (The City of Asia-Afrika), Medan, Balikpapan dan Gorontalo. Untuk Bandung sendiri FFAA berlangsung selama 3 hari yaitu 5 – 8 Desember 2007. Selama 3 hari diputar pula 14 film yang berasal dari Iran, Aljazair, Korsel, India, Kenya, Myanmar, Srilanka, Jepang, Uzbekistan, Bngladesh, Ethiopia, RRC, Thailand dan Indonesia sebagai tuan rumah.Berbagai potret bangsa-bangsa Asia Afrika dapat disaksikan di festival ini.Yang menarik dari acara ini pada pembukaannya diselenggarakan Dialog Kebudayaan Antar Bangsa yang pembicaranya adalah Dewi Lestari dan Seno Gumira Ajidarma.
Yg pertama kali dibahas oleh SGA adalah pengertian dialog, kebudayaan dan globalisasi, selanjutnya dimulailah perbincangan tentang kebudayaan, globalisasi, film dan politik. SGA jg menyebutkan bahwa film Indonesia ‘harusnya’ adalah film yg dibuat o/ orang Indonesia, dibintangi oleh orang Indonesia dengan latar belakang Indonesia, dan dengan teknik Indonesia (Teknik Indonesia itu seperti apa yah?? Hehe..). Dibahas juga tentang hegemoni, oposisi, dan resistensi film Indonesia. Termasuk asal mula film Indonesia, yg dianggap pertama adalah Film Darah dan Doa yang dibuat (kalo ga salah 3 Maret atau 3 Mei 1910). Menariknya saat ditanya tentang film pilihannya, SGA selalu menyebut nama Bruce Willis, termasuk sekuel Die Hard 4.0, katanya SGA tertarik film ini karena Bruce Willis yang di film2 die hard sebelumnya digambarkan sebagai ‘hero’, di film ini malah digambarkan ‘antihero’ dan dengan kehidupan yg berbalik dari sebelumnya (cerai dari istrinya dan ananya sendiri ga respect ma dia), dan katanya itulah salah satu kelebihan film Hollywood. Dalam dialog ini, SGA juga menyampaikan bahwa u/ melakukan, memahami ataupun menikmati sesuatu kita harus belajar. Termasuk menikmati buku ataupun film. Sebenarnya sangat banyak yang diperbicangkan dalam dialog ini, mulai dari kenapa film muncul hingga pedagang sebagai pembentuk ekonomi (nyambung ga? Nyambung2 aja disini mah), dan dari Opera Jawa hingga Die Hard 4.0. Tetapi karena kecerobohan saya, buku catatan saya, yang saya gunakan u/ notulensi diskusi tersebut, tertinggal di tempat diskusi berlangsung dan sekarang entah dimana, jadi saya tidak dapat menyampaikan hasil diskusi tersebut lebih detail. Maafkan saya. Sekian laporan yang tertunda dari saya. Oh iya, satu lagi u/ foto2 menyusul yah, saya sedang mengumpulkannya. Hehe..
-Thx-
Catatan :
1. Saya dapat tanda tangan SGA di buku Linguae (lagi), yah lagi karna saya sudah prnah memperolehnya di buku yang berjudul sama (tapi beda- maksudnya buku saya ‘Linguae- secara tidak sengaja ada 2) beberapa bulan yang lalu, tadinya buku ini akan dijadikan hadiah u/ seorang teman lama yang juga penggemar SGA, tetapi sayang disayang dia juga udah punya. Jadi buku saya (yg plus ttd SGA itu lagi -menyombong-) nganggur. Ada yg berminat. Hehe. Mari kita lelang.. Hahaha..
2. Dewi Lestari terlihat membawa novel mas Seno, Kalatidha.. Dapat dari Seno, atau mau minta ttd kayak saya ya?? Hehe..
Something to be..
Hey man
I don’t wanna hear about love no more..
I don’t wanna talk about how I feel..
I don’t really wanna be me no more..
Dress down now I look a little too Boy next door
Maybe I should try to find a downtown whore
That’ll make me look hardcore
I need you to tell me what to stand for
I’ve been looking for something..
Something I’ve never seen..
We’re all looking for something..
Something to be..
Hey man
Play another one of those heartbreak songs..
Tell another story how things go wrong..
And they never get back..
My pain is a platinum stack..
Take that shit back..
You don’t wanna be me when it all goes wrong..
You don’t wanna see me with the houselights on..
I’m a little too headstrong..
Stand tall..
I don’t wanna get walked on..
I can’t stand what I’m starting to be
I can’t stand the people that I’m starting to need
There’s so much now
That can go wrong
And I don’t need nobody
Trying to help it along
It’s the same old song
Everybody says you’ve been away too long
Everybody wanna tell you what went wrong
Wanna make you like an icon
Till you believe that they’re right


